Teks Cerita Ulang

Teks Cerita Ulang – Teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu.

Apa yang dimaksud teks cerita ulang ?

Dalam artikel ini akan menjawab pertanyaan diatas, serta menjelaskan tentang ciri-ciri, jenis, struktur, kaidah kebahasaan teks cerita ulang, dan contohnya.

Teks Cerita Ulang

Pengertian Teks Cerita Ulang

Teks cerita ulang “recount” adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara kronologis dengan tujuan memberi informasi atau menghibur pembaca atau bisa jadi keduanya.

Cerita ulang terbagi atas 3 jenis, yaitu rekon faktual (informasional), rekon imajinatif, dan rekon pribadi.

  1. Rekon faktual (informasional) adalah cerita ulang yang mengandung kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lainnya.
  2. Rekon imajinatif adalah cerita ulang yang mengandung cerita imajinatif dengan lebih detil.
  3. Rekon pribadi adalah cerita ulang yang mengandung kejadian dimana penulisnya terlibat secara langsung.

Ciri – Ciri Teks Cerita Ulang

  1. Bersifat faktual/imajinatif
  2. Menceritakan peristiwa masa lalu
  3. Disusun secara kronologis

Unsur-unsur Teks Cerita Ulang

Terdapat lima unsur, di antaranya:

  1. Tema dan amanat
  2. Alur
  3. Penokohan
  4. Latar
  5. Nilai dalam cerita

Jenis-jenis Teks Cerita Ulang

Cerita Ulang Personal

Adalah cerita ulang yang melibatkan penulis atau pencerita secara personal didalamnya. Cerita ulang atau personal berfungsi untuk membangun keakraban antara penulis dan pembaca.

Contoh teks cerita ulang personal adalah buku harian, surat pribadi dan percakapan. Cerita ulang personal memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Berupa pengalaman personal penulis
  2. Ditulis secara subjektif
  3. Menggunakan kata ganti orang pertama (aku dan kami) dan orang ketiga (dia dan mereka)

Cerita ulang personal personal contohnya surat pribadi yang ditujukan seorang anak kepada ibunya. Dalam surat tersebut, sang anak mengatakan bahwa ia sangat merindukan ibunya.

Cerita Ulang Fakta

Adalah cerita yang merekam suatu peristiwa berdasarkan kenyataan. Contoh cerita ulang fakta adalah catatan sejarah, biografi, autobiografi, laporan penelitian ilmiah dan berita media massa. Cerita ulang fakta memiliki beberapa ciri berikut:

  1. Penulisan waktu dilakukan secara detail untuk memudahkan pembaca memahami urutan suatu peristiwa.
  2. Akhir cerita ulang dapat diketahui dari hasil aktivitas atau kejadian, misalnya pada aktivitas ilmiah.
  3. Pendeskripsian fakta dilakukan secara detail untuk menyediakan informasi semakin lengkap.

Cerita Ulang Imajinasi

Adalah cerita ulang yang diciptakan berdasarkan pengalaman imajinasi. Contoh cerita ulang imajinasi adalah cerita pendek (cerpen) dan novel. Cerita ulang imajinasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Berdasarkan pengalaman atau imajinasi penulis
  2. Menggunakan gaya bahasa tertentu

Struktur Teks Cerita Ulang

Adapun strukturnya yaitu:

Orientasi(Pengenalan)

Yaitu memberikan informasi tentang siapadi mana, dan kapan peristiwa atau kegiatan terjadi di masa lampau.

Peristiwa(kejadian)

Yaitu rekaman peristiwa yang terjadi, yang biasa disampaikan dalam urutan kronologis, seperti “pada hari pertama, saya …, danpada hari berikutnya, saya …, dan pada hari terakhir, saya …”. Di bagian events ini juga biasanya terdapat komentar pribadi tentang peristiwa atau kejadian yang

Reorientasi(Pengulangan Pengenalan)

Terdapat pengulangan pengenalan yang ada di orientasi, pengulangan yang merangkum rentetan peristiwa, kejadian atau kegiatan yang diceritakan.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Ulang

Ciri kebahasaan yang ada di teks cerita ulang adalah penggunaan konjungsi subordinatif waktu dan verba tingkah laku. Penjelasannya:

  • Menggunakan kata yang menunjukkan apa, siapa, kapan, dimana, bagaimana.
  • Verba tingkah laku, adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak). Seperti kata mengambil pada kalimat.
  • Keterangan waktu lampau, adalah kata keterangan waktu yang menyatakan waktu lampau. Misalnya: pernah, sering, biasanya, pagi-pagi, sesudah, sebelum,
  • Menggunakan kata yang menunjukan tempat dan waktu.

Mengonversi Teks Cerita Ulang

Seperti teks lain, teks cerita ulang juga bisa dirubah menjadi bentuk teks lain (konversi). Hasil konversi dari teks cerita ulang hanya berubah pada model teks, sedangkan bagian isi tetap sama.

Proses yang harus dilakukan dalam mengonversi teks cerita ulang, berikut:

  1. Membaca teks ulang secara keseluruhan.
  2. Mencermati pilihan kata (diksi) yang tepat dalam teks cerita ulang.
  3. Merangkum isi teks cerita ulang secara menyeluruh.
  4. Menentukan jenis teks apa yang digunakan sebagai konversi.
  5. Menulis ulang teks cerita ulang dalam bentuk lain.
  6. Merevisi bentuk teks baru jika memungkinkan ada kesalahan.

Contoh Teks Cerita Ulang Beserta Strukturnya

Tangisan Yang Tulus

Orientasi “Pengenalan”

Ditengah malam yang sunyi, Putri Liliput duduk termenung melihat bulan dan bintang. Dia tidak peduli dengan apapun di sekelilingnya, tetapi dia hanya pedulikan rasa damai dan tenang bersama dnegan semilir angin yang seolah-olah membelainya dengan penuh rasa sayang.

Peristiwa “Events”

Sebagai putri kerajaan Liliput, dia memikirkan nasib rakyat yang tidak bahagia karena perbuatan ayahnya yang seenaknya sendiri. Ia berjuang keras untuk memperjuangkan hak rakyatnya tetapi tetap saja hasilnya nihil. Karena ayahnya tidak lain ialah raja kerajaan Liliput yang selalu merusak dan menggagalkan rencananya.

Dia menangis dan menyesal karena perbuatan ayahnya, mendadak seorang kakek lewat dan mengajaknya bicara. Putri Liliput pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada kakek tersebut.

Kakek tersebut hanya tersenyum lalu berkata, “Tuan putri, jika kau memang ingin memperjuangkan apa yang menurutmu benar, teruslah berjuang!! Serta jangan pernah hiraukan apapun resikonya, tetapi pikirkanlah anugerah apa yang akan kau peroleh jika kau terus bekerja keras dan melakukan dengan sepenuh hati. Percayalah!”.

Setelah itu sang kakek menghilang dari pandangan sang putri. Putri Liliput pun kaget dan perkataan kakek tadi terngiang-ngiang terus di pikirannya. Lalu dia bergegas menemui ayahnya, dia menangis di kaki ayahnya sembari memohon.

“Ayah,,, dengan tidak mengurangi rasa hormatku padamu, aku mohon jangan siksa rakyat kecil dengan ketidakadilan dan ketidaksewenangan yang ayah lakukan.

Apa salah mereka ayah?? mereka mencintai ayah dengan sepenuh hati, jiwa dan raga, mereka menghormati ayah. Percayalah ayah, ayah ataupun kerajaan tidak akan rugi dengan sikap adil kepada mereka. Biarkanlah aku yang merasakan dan mewakili kepedihan mereka ayah”.

Raja pun turut menangis dan berkata, “Anakku, kau memang gadis yang berhati mulia, tangisan tulusmua telah meluluhkan hatiku.

Baiklah, mulai sekarang aku akan berlaku adil kepada mereka dan tidak semena-mena lagi. Aku akan berusaha mencintai mereka dengan sepenuh hati seperti engkau mencintai mereka.

“Jangan menangis lagi anakku”, Raja menghapus air mata putri Liliput, Putripun tersenyum.

“Terima kasih ayah,, Ayah memang lelaki terbaik di dunia ini”. Putri liliput memaluk erat ayahnya.

Reorientasi “Pengulangan Pengenalan”

Sejak saat itu, semua rakyat kerajaan Liliput termasuk raja dan putri Liliput berbahagia karena penindasan yang dilakukan raja sudah tidak ada lagi. Rakyat sangat berterima kasih kepada Putri Liliput karena berkat tangisan tulusnya, hati raja bisa luluh.

Nah itu adalah pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur, kaidah kebahasaan teks cerita ulang, dan contohnya.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements
Gambar Gravatar
Haloo! Perkenalkan saya irvando, ijinkan saya untuk menulis artikel yang bermanfaat untuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.