Perbedaan Objektif dan Subjektif

Perbedaan Objektif dan Subjektif – Objektif adalah pemikiran atau sebuah pernyataan yang berdasarkan fakta, tanpa melibatkan pendapat pribadi, sedangkan subjektif adalah sebuah pemikiran atau pernyataan, yang berlandaskan pendapat atau perasaan orang yang mengungkapkannya.

Pengertian Objektif dan Subjektif

Pengertian Objektif

Objektif artinya adalah pemikiran atau sebuah pernyataan yang berdasarkan fakta, tanpa melibatkan pendapat pribadi. Biasanya digunakan ketika menyampaikan informasi kepada orang lain. Contohnya, informasi objektif tentang bencana banjir yang melanda sebuah daerah dimana terdapat ratusan orang meninggal dunia.

Pengertian Subjektif

Sedangkan pengertian subjektif adalah sebuah pemikiran atau pernyataan, yang berlandaskan pendapat atau perasaan orang yang mengungkapkannya. Dalam dunia ilmiah sikap subjektif sangat dilarang, karena akan mempengaruhi hasil penelitian ilmiah. Tapi dalam kehidupan sehari-hari sikap ini sering dimiliki dan dijadikan pondasi, saat menyampaikan sebuah informasi.

Contohnya tentang kondisi kesehatan pasien yang dijenguk, bisa disebutkan dia sudah membaik karena menurut pemberi informasi pasien sudah bisa berinteraksi dan tidak mengeluhkan sakitnya. Padahal itu bisa saja salah, karena ternyata pasien tersebut kondisinya masih kritis.

Perbedaan Objektif dan Subjektif

1. Landasan Pemikiran

Sikap atau pernyataan objektif memiliki landasan pemikiran, yang realistis dan berdasarkan fakta yang terjadi. Baik dari data kapan terjadi sebuah peristiwa, dimana terjadinya, hingga siapa yang berperan dalam kejadian tersebut. Sehingga ketika orang lain melakukan investigasi ulang atau mencoba mencari informasi sendiri, tidak ditemukan perbedaan informasi.

Sedangkan subjektif landasan pemikirannya adalah opini seseorang, yang kemudian dijadikan tolak ukur terhadap sebuah peristiwa yang diinformasikan. Jadi ketika orang melakukan investigasi ulang akan terlihat beberapa perbedaan informasi yang didapat, dan bisa menyebabkan kesimpulan yang berbeda.

2. Tepat atau Tidak untuk Mengambil Keputusan

Ketika Anda mengambil sebuah keputusan, akan banyak orang menyarankan berfikir secara objektif sebelum mengambil keputusan. Tujuannya adalah agar keputusan yang diambil, benar-benar tepat dan tidak merugikan siapapun. Misalnya saat Anda ingin menikah, pasti orang tua meminta Anda mencari fakta dari calon pasangan bukan hanya berdasarkan rasa cinta yang menggebu semata hehe.

Sedangkan subjektif tidak disarankan dalam mengambil keputusan, karena cenderung akan terjadi keberpihakan terhadap sesuatu. Baik itu keputusan terkait masalah pekerjaan, ekonomi, atau hubungan dengan orang lain.

3. Kata Pendukung

Sifat atau pernyataan objektif memiliki beberapa kata pendukung yang sering digunakan seperti “pasti”, “bukan”, “benar”, atau “tidak benar”. Kata-kata ini menjadi penegas sebuah informasi yang diberikan kepada pihak lain, tanpa keraguan di dalamnya.

Beda dengan sifat atau pernyataan subjektif yang kata pendukungnya adalah “biasanya”, “agak”, “sepertinya”, “menurut saya”. Sehingga tidak ada kepastian yang diberikan terhadap sebuah pernyataan, sehingga bisa membuat orang berpikir dua kali untuk mempercayai pernyataan tersebut.

4. Sudut Pandang

Objektif memiliki sudut pandang dari segi kondisi asli yang terjadi pada sebuah peristiwa, sehingga bisa dipertanggung jawabkan. Kalau subjektif sudut pandangnya lebih kepada pendapat pribadi tentang sebuah peristiwa yang diinformasikan, sehingga terkadang tidak terjamin akurasinya.

5. Dampak yang Dihasilkan

Sikap atau pernyataan objektif akan memberi dampak penambahan wawasan pada orang lain, karena mereka jadi tahu hal yang mungkin sebelumnya masih tabu. Sedangkan dampak subjektif tergantung kondisi, bisa membawa manfaat namun bisa juga membawa masalah yang lebih besar.

Contoh Objektif dan Subjektif

Contoh Objektif

1. Penemuan

Roda yang saat ini digunakan untuk kendaraan atau perlengkapan apapun, sudah dipakai Bangsa Sumeria sejak 3500 tahun sebelum masehi. Buktinya adalah relief yang ditemukan pada kuil bangsa tersebut, yang menggambarkan orang naik kereta beroda. Kemudian tahun 1845 ban berongga ditemukan insinyur Inggris Thomson, yang jadi cikal bakal ban kendaraan saat ini.

Objektivitas dari informasi ini tidak ada yang bisa membantah, karena buktinya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

2. Bencana

Gempa berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Sumatera Barat tahun 2009 lalu menewaskan 1.117 orang, melanda tiga kota dan empak kabupaten. Informasi ini juga bersifat objektif, karena memiliki sumber data yang akurat yaitu dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan data pihak kompeten lainnya.

3. Pemilihan Ketua Kelas

Andi akhirnya terpilih menjadi ketua kelas 3 SMA Budi Luhur karena memiliki nilai empat mata pelajaran paling tinggi, memenangkan lomba matematika tingkat internasional. Selain itu dia juga punya pengalaman. menjadi ketua kelas sebelumnya saat masih SMP. Objektifnya bisa dibuktikan dengan rapor Andi dan piagam kemenangan lomba yang pernah diikutinya.

4. Kecelakaan

Kecelakaan di Jalan Gelogor Carik Denpasar pukul 17.30 WITA, menyebabkan seorang pengendara motor tewas ditempat. Penyebabnya adalah karena pengendara motor ngebut dan tidak bisa mengendalikan laju motor saat ada truk bahan bakar keluar dari gang Satya Lencana. Ini juga merupakan salah satu contoh objektif yang jelas faktanya.

Contoh Subjektif

Anda bisa membandingkan contoh objektif dan subjektif melalui beberapa penjelasan berikut:

1. Karya Seni

Seorang pencinta karya seni yang hadir pada sebuah pameran lukisan menilai bahwa lukisan bertema angin sangat bagus, karena menurutnya background warna biru menjadi detail utama. Tapi pengunjung lain malah tidak menyukainya, sebab dia tidak suka warna biru.

2. Hubungan

Sebuah hubungan pernikahan di ujung tanduk, karena suami dituduh selingkuh oleh istrinya. Menurut sang istri dia merasa suaminya selingkuh sejak sering pulang malam, dan ponselnya selalu terkunci dengan password baru. Padahal menurut sang suami itu adalah tuduhan yang salah. Dalam contoh ini si istri memberi pernyataan subjektif, yang tidak dilandasi bukti akurat.

3. Kecantikan

Menurut si A wanita yang baru saja mereka temui itu sangat cantik karena memiliki rambut panjang, bulu mata lentik, dan senyum yang menawan. Tapi menurut si B wanita itu biasa saja, karena dia tak suka wanita rambut panjang. Contoh ini juga membuktikan bahwa si A dan B memberikan pernyataan subjektif, tentang seorang wanita.

4. Acara Televisi

Ada yang mengatakan bahwa acara televisi tentang kuliner itu tidak menarik, karena cara penyajian makanannya kurang menarik. Tapi menurut yang lain acara tersebut sangat inspiratif, karena menginformasikan resep baru yang belum pernah dicoba orang lain.

Dengan adanya penjelasan mengenai perbedaan objektif dan subjektif, anda bisa memilah harus bersikap secara objektif atau secara subjektif. 

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements
Gambar Gravatar
Haloo! Perkenalkan saya irvando, ijinkan saya untuk menulis artikel yang bermanfaat untuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.