Penulisan Gelar

Penulisan Gelar – Banyak yang salah untuk menulis gelas atau title seseorang. Berikut kami jelaskan dan cara penulisan gelar yang benar.

Sejarah Penulisan Gelar

Penulisan gelar atau titel pada nama seseorang sebenarnya telah ada dari zaman dahulu. Pemakaian gelar dan memberikan ijazah adalah tradisi yang telah dilakoni dari puluhan tahun lalu. Nilai filosofis dibalik pemberian gelar telah membuat kebiasaan tersebut berlanjut hingga sekarang.

Memberikan gelar akademis pada seseorang dimulai dari benua Eropa di abad 12. Bologna dan Paris disebut sebagai pelopor dari tradisi ini. Pada masa itu para guru dan murid membuat sebuah perkumpulan atau gilda. Mereka yang berdiam di Bologna menyebut perkumpulan tersebut dengan nama universitas. Universitas sendiri memiliki arti suatu keseluruhan.

Perkumpulan tersebut semakin berkembang, hingga pada abad 13 Bologna berubah menjadi centre ilmu hukum sipil dan hukum gereja. Para pengajar kajian ilmu-ilmu tersebut dipanggil dengan sebutan doktor. Sesuai dengan arti doctor yang diambil dari doctorem dan memiliki arti guru.

Di paris, guru yang mengajar ilmu hukum sipil dan hukum gereja disebut magister. Sama dengan doktor, magister juga mengandung arti guru. Untuk selanjutnya kedua sebutan itu diberikan kepada murid yang telah menyelesaikan kajian ilmunya. Para murid yang telah lulus ujian pada akhirnya menjadi anggota gilda dan mengajar di universitas tersebut.

Di Indonesia sendiri penulisan gelar pada nama merupakan hal penting. Gelar akademik yang disandang seseorang menunjukkan penguasaan terhadap sebuah bidang studi ilmu. Gelar akademik yang diberikan pada lulusan sepenuhnya wewenang sebuah universitas. Sebutan gelar di negara ini sangat dipengaruhi oleh Hindia Belanda. Berdasar sejarah, perguruan tinggi sendiri didirikan sekitar tahun 1920 di negara Hindia Belanda.

Perguruan tinggi di Hindia Belanda pada awalnya terdiri dari tiga bidang ilmu kejuruan. Pada saat Indonesia berada dalam kekuasaan Hindia Belanda, didirikan tiga perguruan tinggi berdasar tiga bidang ilmu. Ketiga perguruan tinggi ini didirikan sekitar tahun 1920 juga. Dua perguruan tinggi terletak di Jakarta, dan yang satunya di Bandung.

Kedua perguruan tinggi yang didirikan di Jakarta masing-masing bergerak di bidang ilmu hukum dan kedokteran. Perguruan tinggi dengan bidang studi ilmu hukum disebut Rechtshogeschool. Sedangkan Geneeskundige Hogeschool adalah sebutan untuk perguruan tinggi dengan bidang studi ilmu kedokteran.

Tata Cara penulisan Gelar Yang Benar

Menulis gelar bisa dikatakan gampang-gampang susah. Gampang karena hanya tersusun dari beberapa huruf saja. Disebut susah karena banyak dari kita yang belum paham cara penulisan yang benar. Bagaimana letak titik dan komanya, bahkan karena tidak hafal sering sekali ada salah penulisan singkatan gelar.

Jadi dari mana kita memperoleh informasi tentang cara penulisan gelar yang benar? Karena penulisan gelar yang salah seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Ternyata cara penulisan yang benar telah ada panduannya dalam Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Pada dasarnya ada beberapa cara penulisan untuk gelar yang harus diketahui.

  1. Cara penulisan gelar umumnya bisa di depan atau di belakang nama, contoh: Mayjend. Tito Suparto, S.Pd.
  2. Setiap singkatan gelar harus diawali dengan kapital dan diakhiri titik, kecuali untuk gelar profesi tertentu seperti dokter (dr.).
  3. Koma digunakan setelah menulis nama penyandang dan dilanjutkan dengan singkatan gelar, contoh : Lira Resmana, S.H.
  4. Tanda titik digunakan pada gelar sebagai tanda hubung dengan singkatan gelar, contoh: S(.)S (Sarjana Sastra).
  5. Untuk memisahkan satu gelar dengan gelar yang lain digunakan tanda koma, contoh: Milla Asma, S.S., M.Pd.

Sedangkan cara penulisan gelar diploma atau profesional adalah sebagai berikut ini.

  1. Untuk D1, disingkat  A.P. yang berarti profesional ahli pertama.
  2. Untuk D2, disingkat  A. Ma. yang berarti profesional ahli muda.
  3. Untuk D3, disingkat A. Md. yang berarti profesional ahli madya.
  4. Untuk D4, Sarjana Sains Terapan (S Tr.).

Memang sangat penting untuk memperhatikan tata cara penulisan gelar. Cara penulisan gelar yang salah bisa membuat orang yang bersangkutan tersinggung dan merasa tidak dihargai. Selain itu cara menulis gelar telah ada aturannya dalam PUEBI.

Menurut Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi [sumber], berikut ini adalah cara menulis singkatan Gelar S1, S2, S3 dan Diploma D1, D2, D3, D4 :

1. Cara Menulis Singkatan Gelar S1

Gelar strata atau S1 ditulis di belakang nama lulusan bidang studi ilmu tertentu dan diikuti dengan singkatan gelar. Untuk gelar Sarjana Terapan disematkan di belakang nama lulusan program studi Diploma IV dengan singkatan S Tr. lalu diikuti oleh inisial gelar. Contoh gelar strata1:
Sarjana Sosial (S.Sos.),
Sarjana Teknik (S.T.).
Sarjana Terapan Akuntansi (S.Tr.Ak)

2. Cara Membuat Singkatan Gelar S2

Penulisan gelar untuk lulusan Strata 2 atau S2 ditulis di belakang nama lulusan program magister. Singkatan gelar magister (M.) diikuti oleh inisial gelar. Contoh: Magister Farmasi (M.Farm.), Magister Psikologi (M.Psi.)

3  Cara Menulis Gelar S3

Gelar Doktor (Dr.) disematkan pada lulusan program studi ilmu terkait dan diletakkan di depan nama. Pendidikan doktor strata disebut juga Tier-3 dan biasa disingkat S3.

Penulisan gelar seringkali diremehkan, padahal untuk orang yang menyandangnya memiliki arti sangat penting. Bisa dibayangkan seperti apa perjuangan seseorang dalam menjalani pendidikan untuk mendapatkan gelarnya. Ada baiknya kita mempelajari cara penulisan gelar yang benar demi menghargai dan menghormati proses tersebut.

Contoh Penulisan Gelar di Indonesia

Gelar diartikan sebagai singkatan yang berupa awalan atau akhiran, dan disematkan pada nama seseorang. Penambahan gelar ini sebagai tanda hormat, jabatan, atau profesional di suatu bidang. Pada awalnya penulisan gelar di negara ini belum baku seperti sekarang.

Sebelumnya, gelar yang digunakan di Indonesia adalah Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.). Pada tahun 1993 dipakai bentuk baku dari penamaan gelar, berdasar Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 036/U/1993. Keputusan menteri ini berisi tentang gelar dan sebutan lulusan perguruan tinggi.

Menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, gelar akademik yang ada di negara ini adalah:

1. Daftar Singkatan Gelar Diploma (D1, D2, D3 dan D4)

a. D4 atau Sarjana Sains Terapan (S Tr.)

Sarjana Terapan atau disebut juga Diploma IV. Untuk mendapatkan gelar ini harus menempuh pendidikan selama 4 tahun.

Daftar Gelar Sarjana Terapan :

  • Sarjana Terapan Akuntansi (S.Tr.Ak)
  • Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial (S.Tr.Sos)
  • Sarjana Terapan Keperawatan (S.Tr.Kep)
  • Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T)
  • Sarjana Terapan Matematika dan Ilmu Alam (S.Tr.Si)
  • Sarjana Terapan Kebidanan (S.Tr.Keb),
  • Sarjana Terapan Gizi (S.Tr.Gz),
  • Sarjana Sains Terapan Pemerintahan (S.STP),
  • Sarjana Terapan Kepolisian (S.Tr.K),
  • Sarjana Terapan Pariwisata (S.Tr.Par),
  • Sarjana Terapan Optometry (S.Tr.O)

b. D3 atau Ahli Madya (A.Md.)

Ahli Madya (A.Md) atau disebut juga Diploma III. Lama pendidikan program ini selama 3 tahun.

Daftar Gelar Diploma 3 (D3)

Ahli Madya Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau dan PenyebranganA.Md.LLASDP
Ahli Madya AkuntansiA.Md.Akun.
Ahli Madya Analis KesehatanA.Md.A.K.
Ahli Madya Asuransi dan AktuariaA.Md.A.A.
Ahli Madya Teknologi KulitA.Md.T.K.
Ahli Madya PelayaranA.Md.Pel.
Ahli Madya KomputerA.Md.Kom.
Ahli Madya Ilmu KomunikasiA.Md.I.K.
Ahli Madya GiziA.Md.G.
Ahli Madya FarmasiA.Md.Far.
Ahli Madya RadiologiA.Md.Rad.
Ahli Madya PerkeretaapianA.Md.KA
Ahli Madya KebidananA.Md.Keb.
Ahli Madya FisioterapiA.Md.Ft.
Ahli Madya KeperawatanA.Md.Kep.
Ahli Madya Kesehatan GigiA.Md.K.G.
Ahli Madya PerumahsakitanA.Md.Prs.
Ahli Madya Kesehatan LingkunganA.M.K.L.
Ahli Madya PariwisataA.Md.Par.
Ahli Madya Lalu Lintas Angkutan JalanA.Md.L.L.A.J.
Ahli Madya Manajemen Bandar UdaraA.Md.M.B.U.
Ahli Madya Manajemen Transportasi LautA.Md.M.Tr.L.
Ahli Madya Manajemen Transportasi UdaraA.Md.M.Tr.U.
Ahli Madya Manajemen Logistik dan MaterialA.Md.M.Log.
Ahli Madya Manajemen Industri dan PerdaganganA.Md.M.I.P.
Ahli Madya Manajemen Informasi dan DokumenA.Md.M.I.D.
Ahli Madya PerpajakanA.Md.Pjk.
Ahli Madya Administrasi Keuangan dan PerbankanA.Md.A.K.P.
Ahli Madya Okupasi TerapiA.Md.O.T.
Ahli Madya Administrasi Perkantoran dan SekretariA.Md.A.P.S.
Ahli Madya KepolisianA.Md.Pol
Ahli Madya Refraksionis OptisienA.Md.RO
Ahli Madya Rekam Medik dan Informasi kesehatanA.Md.RMIK.
Ahli Madya Teknik ElektromedikA.Md.TEM

c. D2 atau Ahli Muda (A.Ma.)

Ahli Muda (A.Ma) atau disebut juga Diploma II. Lama pendidikan progam ini selama 2 tahun.

JURUSAN / PROGRAM STUDISINGKATAN GELAR
Ahli Muda PelayaranA.Ma.Pel.
Ahli Muda PerpustakaanA.Ma.Pust.
Ahli Muda PendidikanA.Ma.Pd.
Ahli Muda Pendidikan Sekolah DasarA.Ma.Pd.S.D.
Ahli Muda Pengujian Kendaraan BermotorA.Ma.P.K.B.

d. D1 atau Ahli Pratama (A.P.)

Lama pendidikan program ini selama 1 tahun. Berikut daftar gelar D1 :

  • Ahli Pratama Pelayaran A.P.Pel.
  • Ahli Pratama Pariwisata A.P.Par.
  • Ahli Pratama Komputer A.P.Kom.

2. Daftar Singkatan Gelar Sarjana (S1)

Sarjana adalah program pendidikan Strata-1 atau  S1 dan lulusan program pendidikan vokasi S1 Terapan/Diploma 4 (D-IV). Lama pendidikan yang harus ditempuh untuk meraih gelar S1 adalah 4 tahun. Sedangkan jumlah beban studi yang harus diselesaikan umumnya 144 SKS. Gelar sarjana disematkan pada akhir nama orang sesuai dengan bidang studi ilmu yang diambil. Berikut ini adalah gelar-gelar sarjana yang ada di Indonesia:

JURUSAN / PROGRAM STUDISEBUTANSINGKATAN GELAR
Administrasi BisnisSarjana Administrasi Bisnis S.A.B.
Administrasi PublikSarjana Administrasi PublikS.A.P.
Administrasi Negara/NiagaSarjana Administrasi Negara/NiagaS.Adm.
AgamaSarjana Agama S.Ag.
Sarjana Agroteknologi  S.Agr. sebelumnya disebut  Pertanian (S.P)Sarjana Agroteknologi  S.Agr. sebelumnya disebut  Pertanian (S.P)S.Agr.
AntropologiSarjana AntropologiS.Ant.
ArsitekturSarjana ArsitekturS.Ars.
DesainSarjana DesainS.Ds.
EkonomiSarjana EkonomiS.E.
AkuntansiSarjana AkuntansiS.A.
Akuntansi BisnisSarjana AkuntansiS.E.
Akuntansi Sektor PublikSarjana AkuntansiS.E.
Akuntansi PajakSarjana AkuntansiS.E.
Ekonomi IslamSarjana Ekonomi IslamS.E.I.
FarmasiSarjana FarmasiS.Farm.
FilsafatSarjana Filsafat S.Fil.
Hubungan InternasionalSarjana Hubungan InternasionalS.H.Int.
HukumSarjana HukumS.H.
Hukum IslamSarjana Hukum IslamS.H.I.
HumanioraSarjana HumanioraS.Hum.
Ilmu GiziSarjana Ilmu GiziS.Gz.
Ilmu KelautanSarjana Ilmu KelautanS.Kel.
Ilmu KepolisianSarjana Ilmu KepolisianS.I.K.
Ilmu KomunikasiSarjana Ilmu KomunikasiS.I.Kom.
Ilmu PolitikSarjana Ilmu PolitikS.I.P./S.I.Pol.
Ilmu PemerintahanSarjana Ilmu PemerintahanS.I.P.
Ilmu PerpustakaanSarjana Ilmu PerpustakaanS.I.P./S.Ptk.
IntelijenSarjana IntelijenS.In.
KedokteranSarjana KedokteranS.Ked.
Kedokteran GigiSarjana Kedokteran GigiS.K.G.
Kedokteran HewanSarjana Kedokteran HewanS.K.H.
KehutananSarjana KehutananS.Hut.
KebidananSarjana KebidananS.Keb.
KeperawatanSarjana KeperawatanS.Kep.
Kesehatan MasyarakatSarjana Kesehatan MasyarakatS.K.M.
KomputerSarjana KomputerS.Kom.
Komunikasi dan Pengembangan MasyarakatSarjana Komunikasi dan Pengembangan MasyarakatS.K.P.M.
ManajemenSarjana ManajemenS.M./S.Mn.
Manajemen BisnisSarjana Manajemen BisnisS.M.B.
MatematikaSarjana MatematikaS.Mat.
PariwisataSarjana PariwisataS.Par.
PendidikanSarjana PendidikanS.Pd.
Pendidikan IslamSarjana Pendidikan IslamS.Pd.I.
Sarjana Pendidikan Sekolah DasarSarjana Pendidikan Sekolah DasarS.Pd.SD.
PerikananSarjana PerikananS.Pi.
PertahananSarjana PertahananS.Han.
PeternakanSarjana PeternakanS.Pt.
PsikologiSarjana PsikologiS.Psi.
SainsSarjana Sains S.Si.
Sains TeologiSarjana Sains TeologiS.Si. Teol.
Sains Terapan PemerintahanSarjana Sains Terapan Pemerintahan S.S.T.P.
SastraSarjana SastraS.S.
SeniSarjana SeniS.Sn.
Sistem InformasiSarjana Sistem InformasiS.SI.
SosialSarjana SosialS.Sos.
Syari’ahSarjana Syari’ahS.Sy.
Teknik OtomotifSarjana TeknikS.T.
Teknik SipilSarjana TeknikS.T.
Teknik KelautanSarjana TeknikS.T.
Teknik KimiaSarjana TeknikS.T.
Teknik TelekomunikasiSarjana TeknikS.T.
Teknik LingkunganSarjana TeknikS.T.
Teknik MetalurgiSarjana TeknikS.T.
Teknik MekatronikaSarjana TeknikS.T.
Teknik MesinSarjana TeknikS.T.
Teknik NuklirSarjana TeknikS.T.
Teknik PerminyakanSarjana TeknikS.T.
Teknik PertambanganSarjana TeknikS.T.
Teknik SipilSarjana TeknikS.T.
Teknik Transportasi LautSarjana TeknikS.T.
Teknik ElektroSarjana TeknikS.T.
Teknologi InformasiSarjana Teknologi InformasiS.TI.
Teknologi PertanianSarjana Teknologi PertanianS.T.P.
Teologi IslamSarjana Teologi IslamS.Th.I.
Teologi KristenSarjana Teologi KristenS.Th.
Terapan KepolisianSarjana Terapan KepolisianS.Tr.K.
Sains Terapan PertahananSarjana Sains Terapan PertahananS.T.Han./S.S.T.Han.
Terapan Pekerjaan SosialSarjana Terapan Pekerjaan SosialS.Tr.Sos.

3. List Singkatan Gelar Magister (S2)

Magister merupakan jenjang pendidikan program Strata-2 atau disingkat S2. Gelar Magister juga diletakkan di belakang nama orang yang telah lulus ujian bidang studi magister. Berikut penulisan gelar Magister yang digunakan:

  1. Master of Arts (MA)
  2. Master of Computer Science (M.Cs.)
  3. Master of Public Health (M.P.H.)
  4. Magister Agama (M.Ag.)
  5. Magister Kehutanan (M.Hut.)
  6. Magister Manajemen (M.M.)
  7. Magister Sains (M.Si.)
  8. Magister Ilmu Komputer (M.Kom.)
  9. Magister Teknologi Informasi (M.TI.)
  10. Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI.)
  11. Magister Pendidikan (M.Pd.)
  12. Magister Akuntansi (M.Ak.)
  13. Magister Administrasi Rumah Sakit (M.A.R.S.)
  14. Magister Seni (M.Sn)
  15. Magister Farmasi (M.Farm.)
  16. Magister Psikologi (M.Psi.)
  17. Magister Kenotariatan (M.Kn.)
  18. Magister Manajemen Pendidikan (M.MPd.)
  19. Magister Teknik (M.T.)
  20. Magister Humaniora (M.Hum.)
  21. Magister Statistik (M.Stat.)
  22. Magister Hukum (M.H.)
  23. Magister Administrasi Bisnis (M.AB)
  24. Magister Administrasi Publik (M.AP)
  25. Magister Teknik Industri Sistem (MSIE)
  26. Magister Sistem Teknik Listrik (MSEE)
  27. Magister Sains Akuntansi (MSA)
  28. Master Ekonomi (M.Econ)

4. List Singkatan Penulisan Gelar Doktor (S3)

Doktor merupakan gelar akademik tertinggi yang diberikan pada para mahasiswa setelah lulus ujian bidang studi terkait. Gelar Doktor diperoleh setelah seseorang menjalani pendidikan Strata 3 atau S3. Mahasiswa peserta jenjang pendidikan ini harus mengikuti perkuliahan umum.

Penulisan Gelar Doktor Semua Jurusan = Dr.

Pada akhir pendidikan mereka akan melakukan penelitian untuk menyusun disertasi . Gelar Doktor disematkan pada akhir nama orang yang telah lulus bidang studi ini.

5. Daftar Singkatan Gelar Profesi

PROFESISEBUTANGELAR
KedokteranDokterdr.
KeperawatanNersNs.
FarmasiApotekerApt.
Magister PsikologiMagester PsikologiM.Psi.

Contoh Penulisan Nama dengan Gelar Yang Benar

Andre Hermawan Putra, SH. (Salah)
Andre Hermawan Putra, S.H. (Benar)

Galih Setiawan, S.SOS. (Salah)
Galih Setiawan, S.Sos. (Benar)

Nah itu adalah penjelasan singkat tentang penulisan gelar dan contoh penulisan gelar yang benar. Semoga membantu!

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements
Gambar Gravatar
Haloo! Perkenalkan saya irvando, ijinkan saya untuk menulis artikel yang bermanfaat untuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.