Majas Metonimia

Majas Metonimia – Majas ini menyatakan suatu hal dengan dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merk dagang).

Apa yang dimaksud majas metonimia?

Terdapat jenis majas dalam bahasa Indonesia, salah satunya yaitu majas metonimia. Berikut penjelasannya dari majas metonimia.

Majas Metonimia

Pengertian Majas Metonimia

Kata metonimia sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani Kuno, yakni meto dan anoma. Meto memiliki arti perubahan, sedangkan anoma berarti nama.

Secara umum, majas metonimia adalah gaya bahasa yang menjelaskan suatu hal dengan kata lain yang memiliki hubungan erat dan sudah diakui masyarakat. Biasanya, majas ini menggunakan suatu label, ciri khas atau merek dagang untuk menggambarkan sesuatu.

Majas ini juga sering dijadikan eufimisme atau pergantian/ penegasan kata yang tabu di masyarakat.

Menurut Para Ahli

Keraf (2010, hlm. 142) berpendapat bahwa metonomia adalah suatu gaya bahasa yang mempergunakan kata untuk menyatakan suatu hal lain karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. Intinya, majas ini menggunakan kata yang bertalian dengan kata yang sebenarnya ingin diungkapkan.

Senada dengan Keraf, Altenbernd (dalam Pradopo, 2013, hlm. 77) mengemukakan bahwa metonomia adalah penggunaan bahasa sebagai atribut sebuah objek atau penggunaan sesuatu yang sangat berhubungan dekat dengannya untuk menggantikan objek tersebut.

Karakteristik Majas Metonomia

Penulisan majas metonimia dapat dikenali dengan beberapa karakteristik sebagai berikut:

  • Menggambarkan sesuatu dengan nama benda atau merek.
  • Menunjukkan perubahan kata dengan nama tertentu.
  • Membandingan dan mengganti suatu kata yang memiliki persamaan dengan sebuah label yang telah diakui masyarakat.

Contoh Majas Metonimia

  • Pasta gigi diganti dengan Odol
  • Air mineral diganti dengan Aqua
  • Mobil diganti dengan Kijang
  • Pasangan kekasih diganti dengan Rama-Sinta
  • Motor diganti dengan Honda
  • Detergen diganti dengan Rinso

Contoh kalimat 

Yang ditandai dengan garis miring.

  • Partai itu berhasil mendapatkan jatah kursi yang banyak di Senayan.
  • Tolong matikan sanyo, bak mandinya sudah penuh.
  • Rama-Sinta itu masih saja terus bermesraan dalam keadaan genting seperti ini.
  • Pena lebih perkasa dari pedang.
    Contoh ini merupakan contoh klasik metonimia dalam sastra Inggris. Pena mewakili ilmu pengetahuan, sementara pedang mewakili kekerasan atau agresi militer.
  • Pekerjaan itu bagi kami sudah menjadi roti dan mentega.
    Merupakan contoh metonimia dalam sastra Inggris yang simbolnya kurang familiar di sini. Jika dipindahkan ke budaya Indonesia, “Roti dan mentega” lebih cocok digantikan oleh “Sambal dan Lalapan” yang artinya, pekerjaan itu sudah menjadi makanan sehari-hari, mudah karena sudah berpengalaman. Simbol itu sangat bergantung pada kebudayaan audiensnya.
  • Kakak pulang ke rumah dengan menggunakan Damri.
  • Dasar kurawa, sudah tahu orang sedang susah masih saja mencari perkara.
  • Sebelum berangkat kerja Ayah selalu menonton Metro TV.
  • Ibu pertiwi sedang menghadapi ancaman krisis ekonomi akibat dampak dari pandemi.
  • Para Guru Honorer mengirimkan surat ke Istana Negara perihal kesejahteraan mereka yang selama ini kurang diperhatikan.
  • Elpiji 6 kg seringkali langka di pasaran dan harganya semakin mahal.
  • Promo Bimoli beli 2 gratis 1 di supermarket itu, laris manis di borong para ibu.
  • Ketua panitia membagikan Aqua kepada peserta jalan santai.
  • Bonus akhir tahun ini, perusahaan menjanjikan ke disney land.
  • Tetanggaku memenangkan undian dari kapal api.
  • Setiap pagi keluargaku sarapan energen.
  • Salesman itu menyakinkan pembeli, sharp terlaris di pasaran..
  • Ayah bingung, ingin membeli avanza atau ertiga.
  • Semua hadiah pemenang lomba mewarnai di sponsori Faber-Castell.
  • Pameran kali ini, samsung dan polytron bersaing ketat.
  • Menjelang liburan tiket garuda naik menjadi dua kali lipat.
  • Damri membantu mengantarkan peserta unjuk rasa pulang ke rumah masing-masing.
  • Sudah tiga bulan terakhir, ia menjadi sopir grab.
  • Setiap kali berkunjung ke rumahnya, ia selalu menyuguhkan sari roti.
  • Ia bolak balik ke gramedia mencari buku terbitan erlangga.
  • NovelSang Pemimpi” merajai toko buku karena memiliki cerita yang nyata.
  • Puisi karya Chairil Anwar bertengger di gramedia.

Seperti yang di jelaskan di atas, itulah pengertian majas metonimia menurut para ahli, karakteristik, beserta contohnya.

Terdapat beberapa majas dalam bahasa Indonesia, anda bisa di artikel di bawah ini:

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements
Gambar Gravatar
Haloo! Perkenalkan saya irvando, ijinkan saya untuk menulis artikel yang bermanfaat untuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.