Apa fungsi penggunaan huruf kapital? Terkait dengan pemakaian huruf kapital, spasi, pertanda baca, dan lain-lain.

Tujuannya sudah pasti supaya hasil tulisan dapat semakin gampang dimengerti, gampang untuk dibaca, dan lain-lain. Kekeliruan dalam pertanda baca akan memengaruhi intonasi seorang saat membacanya.

Sehingga kurang sanggup pahami emosi dari penulis saat tuliskan satu kalimat. Ini bisa munculkan pemahaman yang lain, beberapa hal yang dicatat dengan arah bergurau bisa saja berkesan serius yang pasti munculkan permasalahan kompleks.

Hal sama berlaku untuk peletakan huruf kapital, bila salah karena itu orang akan kebingungan satu kata diperuntukkan sebagai awalnya kalimat ataulah bukan? Satu kata sebagai nama tempat atau sekadar kalimat biasa? Bisa juga karena argumen yang lain. Oleh karenanya penulisan huruf besar dan kecil perlu disamakan dengan ketentuan.

Fungsi Penggunaan Huruf Kapital

Jika ingin aktif dan produktif jadi penulis, permasalahan pertanda baca, membuat kalimat, dan peletakan huruf kapital harus memahami dan ingat di luar kepala. Menolong pahami bagaimana penulisan huruf besar dalam sebuah tulisan.

Fungsi Penggunaan Huruf Kapital yang Benar
Fungsi Penggunaan Huruf Kapital yang Benar

1. Awalnya Kalimat

Setiap awalnya kalimat baik itu di paragraf pertama atau kalimat ke-2 , ke-3 , ke-4, dan sebagainya dalam paragraf akan menggunakan huruf besar. Maka, sesudah pertanda titik karena itu untuk mengawali kalimat akan dipakai huruf besar barusan.

Contoh:

  • Dia menulis sebuah catatan. Mengharap dapat menulis sebuah buku.
  • Apa tujuannya? Kuharap ia tidak coba lakukan hal jelek.
  • Kita semuanya wajib berusaha keras.
  • Karena keberhasilan tidak dapat cuman turun dari langit tanpa diupayakan.

2. Kutipan Langsung

Selain dipakai untuk mengawali satu kalimat dan paragraf, huruf besar digunakan untuk mengawali sebuah cuplikan. Cuplikan ini umumnya ada untuk mengawali pengucapan seorang, baik yang menjadis umber atau object tulisan itu.

Khususnya untuk kalimat yang formasinya memang dibikin persis sama sama yang disampaikan oleh yang menjelaskannya. Gampang dijumpai dalam novel, artikel di media massa, dan lain-lain.

Contohnya:

Rini tempo hari menanyakan ke Dika berkenaan buku kesukaannya,

“Dika, kamu ketahui judul buku favorite saya yang kerap tidak baca di muka rumah?”.

Adik menanyakan, “Kapan kita akan pulang?”

“Esok malam,” ucapnya, “Semuanya orang akan pergi naik kereta.”

3. Menulis Nama Seorang

Penggunaan huruf kapital dilaksanakan saat menulis nama seorang, ini berlaku untuk panggilan. Maka di saat tuliskan nama orang, karena itu harus menggunakan huruf besar pada awal.

Begitu juga bila ada panggilan di muka nama itu, karena itu di panggilan dan nama masing-masing memakai satu huruf besar.

Contohnya ialah:

  • Jenderal Soedirman, Dokter Aji, dan lain-lain.
  • Wage Rudolf Supratman ialah pembuat lagu berkebangsaan di tanah air.
  • Salah satu pejuang emansipasi wanita di tanah air ialah Dewi Sartika.
  • Tokoh Hades dalam sebuah film dilukiskan sebagai seorang Dewa Pedang.

4. Penulisan Gelar

Penulisan gelar yang dipunyai seorang diawali dengan huruf kapital dan ini berlaku untuk semuanya tipe gelar. Gelar ini dapat berbentuk gelar pengajaran, gelar karier, gelar keagamaan, gelar akademis, dan lain-lain.

Sehingga semua tipe gelar harus dicatat dengan huruf besar itu, maksudnya untuk memberikan pertanda jika kata itu ialah gelar. Sekalian sebagai penghormatan pada figur yang gelar dan namanya disebutkan.

Contohnya sendiri ialah:

  • Adit Suharman, S.H (Sarjana Hukum), K.H (Kiai Haji) Ahmad Dahlan, Raden Roro Ningsih, dan lain-lain.
  • Pahlawan wanita lumayan banyak, dan satu diantaranya ialah Raden Ajeng Kartini (gelar turunan)
  • Siapa yang menulisnya? Rupanya ialah Haji Agus Salim (gelar keagamaan)
  • Pak Irwan saat ini sebagai seorang Magister Humaniora (gelar akademis).
  • Selamat tiba ke Kyai Imron (panggilan gelar keagamaan).

5. Nama Tempat

Penggunaan selanjutnya dari huruf kapital ialah diperuntukkan untuk nama tempat dan geografi. Misalkan: Sungai Ciliwung, Jalan Diponegoro, Pulau Bali, dan lain-lain.

Hanya untuk nama tempat dan geografi ini tidak berlaku kembali menggunakan huruf besar bila perannya sebagai pendamping.

Misalnya ialah

kata “jeruk bali”, di mana kata “Bali” tidak mengarah pada “Pulau Bali” tetapi cuma untuk pendamping saja.

6. Penulisan Kedudukan atau Pangkat

Penulisan pada kedudukan, pangkat, dan nama lembaga di mana kedudukan itu dipunyai dicatat dengan huruf kapital di masing-masing kata. Maka, bila kedudukan ini terdiri dari 3 kata karena itu setiap kata akan menggunakan huruf besar.

Contohnya seperti penulisan:

  • “Gubernur DKI Jakarta”, “Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Indonesia”, dan lain-lain.
  • S.H (Sarjana Hukum).
  • M.M (Magister Management).
  • K.H (Kyai Haji)

7. Nama Instansi, Tubuh, Negara, dan Organisasi

Huruf kapital dipakai untuk menulis nama instansi, tubuh, negara, dan termasuk juga penulisan nama organisasi. Bila dalam nama tubuh itu ada kata penyambung seperti ke, di, dari, dan sejenisnya.

Maka penulisan kata penyambung akan menggunakan huruf kecil, karena perannya sebagai penyambung atau pendamping. Dan kata di luar kata penyambung nanti menggunakan huruf besar.

Contohnya ialah:

  • “Tubuh Federasi Bangsa-Bangsa”, “Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan”, dan lain-lain.
  • Beliau ialah anggota dari Ikatan Pakar Kesehatan Indonesia.
  • Negara Republik Indonesia.

8. Judul Sebuah Tulisan

Huruf besar atau huruf kapital digunakan saat menyebutkan judul satu tulisan dalam suatu cerita atau karya tulis. Hingga saat mengatakan judul buku, media massa, majalah, cerita, dan lain-lain akan menggunakan huruf besar.

Contohnya seperti:

  • “Surat Kecil untuk Tuhan”, “Perahu Kertas”, “Negeri 5 Menara”, dan lain-lain. Maka, untuk kata penyambung dalam judul nanti menggunakan huruf kecil dan disamping itu menggunakan huruf besar.
  • Tulisan itu rupanya telah termuat dalam majalah Horison.
  • Dia sendiri sebagai agen dari surat kabar Suara Merdeka.
  • Naskah itu berjudul Hari Kebangunan Pancasila.

9. Nama Bangsa, Suku, dan Bahasa

Penulisan untuk bangsa, suku, dan tipe bahasa di dunia memakai huruf kapital. Hingga saat menulis bahasa penting untuk menggunakan huruf besar di semua awalnya kata.

Misalnya:

“Bahasa Indonesia”, “Bahasa Inggris”, “Suku Dayak”, “Bangsa Melayu”, dan lain-lain.

10. Nama untuk Tahun, Bulan, dan Hari

Huruf besar digunakan untuk menulis nama tahun, bulan, dan hari. Hingga penulisan tanpa angka pada ke-3 nya kelak akan diawali dari huruf besar.

Contohnya misalnya:

  • Bulan Muharram, Hijriyah, Hari Natal, Idul Fitri, dan lain-lain.
  • Bulan Mei besok dianya akan berulang-ulang tahun.
  • Momen hari lebaran besok perlu berisi aktivitas yang berguna.
  • Sekarang ialah 1445 tahun Hijriyah.

11. Nama untuk Agama, Kitab Suci, dan Tuhan

Huruf besar dipakai di saat menyebutkan agama, kitab suci, dan Tuhan dalam sebuah tulisan.

Misalnya tulisan:

  • Tuhan Yang Maha Esa, Islam, Katolik, Budha, Al-Qur’an, Injil, dan lain-lain.
  • Terima kasih atas rahmat-Mu Ya Allah.
  • Setiap kali membaca Alkitab, wanita itu menangis haru.
  • Dia sebagai pengikut Islam yang termasuk patuh.

Itu adalah pembahasan lengkap mengenai Fungsi Penggunaan Huruf Kapital yang sudah kamu baca diatas, semoga informasi ini menjadi manfaat dan berkah buat kalian yang sedang mencari informasi ini. Jangan lupa bagikan dan berikan komentar dibawah ini yaa. Terimakasih!

#kalimat yang tidak dimuat di artikel ini:

sebutkan, tanda, jelaskan, tiga, tepat, apakah.

Irvando Demas Arifiandani
Latest posts by Irvando Demas Arifiandani (see all)