Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi

Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi – Teks eksplanasi adalah teks yang berisi soal penjelasan mengenai terjadinya sebuah peristiwa.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara singkat tentang pengertian, contoh teks eksplanasi gempa bumi beserta strukturnya.

Pengertian Eksplanasi

Teks eksplanasi merupakan teks yang berisi penjelasan mengenai sebuah peristiwa atau fenomena yang berkaitan dengan alam, sosial, ilmiah, atau budaya.

Eksplanasi merupakan kata serapan dari bahasa inggris “explanation” yang berarti penjelasan atau keterangan.

Teks eksplanasi bertujuan untuk memaparkan suatu peristiwa dan menjelaskan sebab-akibatnya sehingga pembaca bisa memahami runtutan fenomena atau peristiwa tertentu.

Teks eksplanasi harus memenuhi struktur yang meliputi : pernyataan umum (pembukaan) dan deretan penjelasan (isi). Namun terkadang ada penulis yang menambahkan bagian interpretasi atau penutup sebagai opini dari si penulis. Bagian penutup ini tidak harus ada dalam sebuah teks eksplanasi.

Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi

Contoh 1

Gempa bumi sendiri bisa diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya. Yang pertama adalah gempa tektonik. Gempa ini sendiri diakibatkan karena adanya pergerakan lempeng bumi. Bumi sendiri memiliki beberapa lempeng batuan dan pergerakan antar lempengan yang saling bertubrukan tersebut bisa menimbulkan gempa.

Jenis gempa yang kedua adalah gempa vulkanik. Gempa ini sendiri terjadi dikarenakan adanya aktivitas magma di dalam perut gunung. Saat gunung berapi akan mulai meletus, tentunya akan ada peningkatan aktivitas magma yang bisa menimbulkan getaran. Getaran yang besar ini bisa menimbulkan gempa.

Gempa tentunya tidak bisa terprediksi datangnya, terlebih untuk Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire yang membuat potensi gempa lebih besar. Oleh karena itu, penting sekali untuk mempersiapkan diri, dari segi infrastruktur, teknologi, dan pengetahuan, yang bisa meminimalisir kerugian.

Contoh 2

Gempa bumi adalah fenomena alam terjadinya goncangan akibat bergeraknya lapisan batuan yang berada di dasar permukaan bumi. Secara umum gempa bumi seringkali terjadi di wilayah sekitar pegunungan berapi. Gunung berapi tak hanya berada di daratan saja, ada pula gunung berapi yang berada di dasar lautan. Tentu saja gunung berapi di dasar laut tersebut masih aktif dan berpotensi menimbulkan gempa dan tsunami. Fenomena gempa umumnya terjadi akibat bergesernya lapisan batuan di dasar permukaan bumi dan juga akibat meletusnya gunung berapi. Fenomena alam ini dapat terjadi dengan sangat cepat dengan kekuatan yang memiliki daya hancur yang cukup tinggi. Kerugian yang diakibatkan oleh gempa bumi tak hanya sebatas kerugian materi saja, akan tetapi juga bisa sampai memakan korban jiwa.

Gempa bumi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkna sebab terjadinya, diantaranya ialah gempa vulkanik dan tektonik. Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan oleh pergerakan lapisan lempengan kerak bumi. Teori “tektonik plate” menyatakan bahwa bumi tesusun atas beberapa lapisan batuan di dasarnya. Pergerakan tiap-tiap lapisan di dasar bumi mengakibatkan terjadinya saling tabrakan antara lapisan-lapisan tersebut. Lempengan lapisan bumi yang saling bertabrakan dan bergesekan inilah yang mengakibatkan gucangan. Guncangan yang diakibatkan oleh pergerakan lapisan bumi ini disebut dengan gempa tektonik. Sedangkan gempa bumi vulkanik adalah gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi yang masih aktif. Letusan gunung berapi ini menyebabkan guncangan yang amat dahsyat sehingga mengakibatkan terjadinya gempa. Gempa jenis ini intensitasnya lebih jarang terjadi dibandingakan dengan gempa tektonik.

Gempa bumi memiliki kecenderungan untuk terjadi hanya pada teritorial tertentu saja. misalnya pada wilayah batas plat pasifik dan negara-negara tertentu. Fenomena alam ini adalah bencana yang dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan musim. Gempa tak dapat dihindari dan tidak pula dapat diantisipasi. Kewaspadaan dan kesiagaan tetap perlu dikedepankan agar setidaknya dapat mengurangi jumlah korban jiwa dalam peristiwa alam ini.

Contoh 3

Menengarai Proses Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi adalah salah satu dari jenis bencana alam yang selalu terjadi di bumi semenjak bumi ini diciptakan. Gempa bumi dapat terjadi kapanpun dan di belahan bumi manapun. Secara teknis seluruh permukaan bumi berpotensi terjadi gempa bumi. Hanya saja terdapat beberapa titik di permukaan bumi yang memiliki intensitas gempa yang jauh lebih besar dibandingkan lainnya. Misalnya saja di negara Indonesia dan Jepang. Indonesia merupakan negara yang dilalui pengunungan sirkum dan menditerania. Begitu pula dengan negara Jepang yang terdapat banyak pegunungan di dalamnya. Kedua sebab tersebut telah menjadi dasar mengapa negara ini seringkali terjadi gempa.

Proses terjadinya gempa bumi terbagi ke dalam dua kelompok teori berdasarkan peryataan dari para ahli. Teori tersebut adalah pergeseran sesar dan kekenyalan elastis. Para ahli menyatakan bahwa gempa lebih banyak terjadi karena bergesernya lempengan sesar yang terjadi secara mendadak yang dikenal dengan sebutan sudden slip. Lebih dalam lagi mereka berpendapat tentang penyebab utama terjadinya bencana gempa bumi. Proses mulanya diawali oleh adanya sebuah gaya pergerakan yang berada pada titik interior bumi yang disebut dengan gaya konveksi mantel. Gaya ini melakukan tekanan terhadap bagian kerak bumi yang disebut sebagai outer layer. Kerak ini sangatlah rapuh, sehingga tidak sanggup menahan gaya konveksi mantel yang berakibat pada bergesernya sesar. Pergeseran inilah yang selanjutnya dirasakan oleh manusia sebagai guncangan. Proses terjadinya gempa ini tergolong ke dalam jenis gempa tektonik.

Para ahli juga menambahkan bahwa dari keseluruhan total gempa yang terjadi di seluruh permukaan bumi, gempa jenis tektonik adalah yang paling sering terjadi. Sedangkan gempa vulkanik hanya mencapai persentasi 7 % dari keseluruhan gempa yang terjadi. Prosesi terjadinya gempa vulkanik diawali dengan adanya pergerakan material yang berada pada saluran fluida. Gerakan semacam ini hanya dapat dirasakan beberapa saat sebelum gunung meletus.

Jenis gempa bumi berikutnya adalah gempa tumbukan. Gempa ini terjadi akibat benda angkasa yang jatuh ke permukaan bumi. Benda asing dari luar angkasa yang jatuh ini memiliki kecepatan serta kekuatan yang luar biasa sehingga mampu menimbulkan guncangan. Adapula gempa buatan yang difungsikan untuk kepentingan tertentu. Gempa ini ditimbulkan akibat ledakan dinamit yang membuat wilayah tertentu menjadi berguncang sehingga terjadilah gempa buatan.

Nah, itulah pengertian beserta contoh teks eksplanasi gempa bumi. Gempa bumi di Indonesia di palu, aceh yang disusul dengan tsunami.

X CLOSE
Advertisements
X CLOSE
Advertisements
Gambar Gravatar
Haloo! Perkenalkan saya irvando, ijinkan saya untuk menulis artikel yang bermanfaat untuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.